Senin, 24 Februari 2020

Mantapkan Kedisiplinan, Babinsa Sambi Agarkan PBB

BOYOLALI.  Dalam rangka menanamkan dan memelihara sikap kedisiplinan para anggota Pemuda Pancasila wilayah Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Babinsa Koramil 10/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Sertu Mulyadi dan Sertu Parmanto memberikan materi wawasan kebangsaan dan dilanjutkan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Kegiatan ini berlangsung di lapangan Dusun III, Sambi, Kabupaten Boyolali, Senin (24/02).

Generasi muda bangsa Indonesia dalam pemahamannya sekarang ini dirasakan sangat kurang dalam memahami Pancasila sebagai falsafah Negara Indonesia, diharapkan melalui penjelasan tentang wawasan kebangsaan dan pelatiahan PBB para peserta latihan menjadi manusia Indonesia yang bermartabat dan berjiwa Pancasila serta tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing yang ingin menggrogoti falsafah dan dasar negara kepada rakyat Indonesia khususnya para generasi muda.

Sertu Mulyadi mengatakan, banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran PBB, karena pengertian PBB itu suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi. Sedangkan, maksudnya adalah suatu latihan awal membela negara, menanamkan disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan.

"Ditekankan kepada pesera latihan agar dapat mengimplementasikan apa yang telah di dapat selama latihan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga diharapkan Pemuda Pancasila dapat menjadi contoh dalam sikap, penanaman disiplin dan semangat bela negara di tengah-tengah masyarakat." Ungkap Sertu Mulyadi.

Sertu Mulyadi mengajarkan tata cara baris berbaris yang benar, mulai hadap kanan, hadap kiri, penghormatan dan jalan di tempat, para peserta sangat antusias, mereka pun terlihat senang dan bersemangat mengikuti arahan dari Babinsa.

Salah satu perserta Sulistyo (39), mengucapkan banyak terima kasih kepada para Babinsa Koramil 10/Sambi, kehadiran TNI memang masih kita harapkan karena kita melihat bahwa di TNI lah yang masih mempunyai disiplin tinggi dan mempunyai dasar baris berbaris yang sempurna, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa di teruskan ke penerus pemuda pancasila yang baru nanti. (Penerangan Kodim 0724/Boyolali).

 

Kodim Sragen - Upacara Bendera Senin Tingkatkan Nasionalisme Prajurit Dan PNS Kodim Sragen

Kodim Sragen - Upacara Bendera Senin Tingkatkan Nasionalisme Prajurit Dan PNS Kodim Sragen
Add caption


Seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0725/Sragen melaksanakan Upacara Bendera Mingguan yang rutin diselenggarakan setiap hari Senin, bertempat di lapangan Makodim Jalan Raya Sukowati No. 13 Sragen, Senin (24/2/2020).


Upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan ini mempunyai makna dan arti yang sangat penting bagi prajurit dan PNS TNI. Upacara Bendera Mingguan tidak hanya dijadikan rutinitas biasa, namun harus benar-benar dimaknai sebagai sebuah implementasi jiwa Nasionalisme kita, melalui penghormatan terhadap simbol negara yang diperjuangkan melalui pengorbanan jiwa, raga serta harta benda para Pahlawan Kusuma Bangsa.


Makna dan arti penting dalam setiap upacara pengibaran Bendera Merah Putih adalah untuk mengingat kembali dan menghormati jasa para pahlawan kusuma bangsa yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia tanpa pamrih, mengorbankan jiwa dan raga bahkan hartanya demi kemerdekaan Indonesia.(RED)


Mantapkan Kedisiplinan, Babinsa Nogosari Agarkan PBB

BOYOLALI.  Dalam rangka menanamkan dan memelihara sikap kedisiplinan para anggota Pemuda Pancasila wilayah Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Babinsa Koramil 10/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Sertu Mulyadi dan Sertu Parmanto memberikan materi wawasan kebangsaan dan dilanjutkan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Kegiatan ini berlangsung di lapangan Dusun III, Sambi, Kabupaten Boyolali, Senin (24/02).

Generasi muda bangsa Indonesia dalam pemahamannya sekarang ini dirasakan sangat kurang dalam memahami Pancasila sebagai falsafah Negara Indonesia, diharapkan melalui penjelasan tentang wawasan kebangsaan dan pelatiahan PBB para peserta latihan menjadi manusia Indonesia yang bermartabat dan berjiwa Pancasila serta tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing yang ingin menggrogoti falsafah dan dasar negara kepada rakyat Indonesia khususnya para generasi muda.

Sertu Mulyadi mengatakan, banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran PBB, karena pengertian PBB itu suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi. Sedangkan, maksudnya adalah suatu latihan awal membela negara, menanamkan disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan.

"Ditekankan kepada pesera latihan agar dapat mengimplementasikan apa yang telah di dapat selama latihan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga diharapkan Pemuda Pancasila dapat menjadi contoh dalam sikap, penanaman disiplin dan semangat bela negara di tengah-tengah masyarakat." Ungkap Sertu Mulyadi.

Sertu Mulyadi mengajarkan tata cara baris berbaris yang benar, mulai hadap kanan, hadap kiri, penghormatan dan jalan di tempat, para peserta sangat antusias, mereka pun terlihat senang dan bersemangat mengikuti arahan dari Babinsa.

Salah satu perserta Sulistyo (39), mengucapkan banyak terima kasih kepada para Babinsa Koramil 10/Sambi, kehadiran TNI memang masih kita harapkan karena kita melihat bahwa di TNI lah yang masih mempunyai disiplin tinggi dan mempunyai dasar baris berbaris yang sempurna, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa di teruskan ke penerus pemuda pancasila yang baru nanti. (Penerangan Kodim 0724/Boyolali).

 

Kodim Sragen - Danrami Sukodono Himbau Anak- Anak Jauhi Sungai Saat Musim Hujan

Kodim Sragen - Danrami Sukodono Himbau Anak- Anak Jauhi Sungai Saat Musim Hujan
Add caption


Jum'at, 21 Februari 2020 pukul 11.00 Wib bertempat di SD Negeri Pantirejo 2 Sukodono Kapten Arm Budiyanto, S.H.I Danramil 13/Sukodono bersama  Bapak Mujiono S.Pd guru melaksanakan pengawasan dan himbauan kepada guru dan murid agar waktu pulang sekolah diadakan penjemputan oleh orang tua atau wali murid dan murid pulang setelah ada jemputan diharapkan setiap guru mengenal murid dan orang tua atau wali murid  satu persatu secara benar sebagai langkah antisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada anak setelah pulang sekolah. 


Kapten Arm Budiyanto, S.H.I Danramil 13/Sukodono memberikan pengarahan pada siswa, bahwa Sekarang musim hujan kadang disertai angin debet air sungai besar sangat berbahaya bagi anak-anak pulang sekolah maka jangan bermain di sungai, setelah pulang sekolah agar pulang kerumah bermain dengan teman di sekitar rumah, kita lihat berbagai berita yang tidak baik di Kec.Sukodono dan daerah lain adik adik harus bisa mencegah agar tidak terjadi di wilayah Sukodono, sampaikan kepada orang tua masing-masing pulang sekolah agar di jemput.


" Kondisi seperti sekarang curah hujan yang masih tinggi, tidak menutup kemungkinan tanah longsor dan air sungai meluap akan terjadi dan hal tersebut dapat mengancam keselamatan  agar anak – anak jangan berani beraktivitas dekat dengan bantaran sungai " pintanya.(RED)

Kodim Sragen - Danrami Sukodono Himbau Anak- Anak Jauhi Sungai Saat Musim Hujanhttps://www.kodimsragen.com
























Kodim Sragen - Pengelolaan Masjid Di Era Milenial

Kodim Sragen - Pengelolaan Masjid Di Era Milenial
Add caption


Minggu, 23 Februari 2020 Sertu Sumanto Babinsa Kel. Gemolong mewakili Danramil menghadiri kegiatan Talk Show bersama Ust. Rendy Saputra (Founder Berkah Box Indonesia) dengan tema "Pengelolaan Masjid di Era Milenial" bertempat Masjid Al Ikhlas Gemolong.


Hadir dalam kegiatan tersebut Muspika Gemolong, Ust. Rendy Saputra (dari Yogyakarta), dr. Dwi Anton Budhi Cahyono (Ketua BDS), Ust. Amrin, S.Pd.I (Ketua Panitia), Para Takmir Masjid di wilayah Gemolong serta Para jemaah Masjid Al Ikhlas.


Dalam Tausyah Ust. Rendy Saputra (dari Yogyakarta) bahwa orang yang bisa memakmurkan Masjid adalah orang-orang yang memiliki Iman, kemudian kami akan menyampaikan manajemen Masjid dan pasti ada tujuan yaitu akan lebih cepat, baik dan makmur, walaupun Masjid tidak terjadi jual beli namun kita bentuk manajemen Masjid.


" Masjid sudah bagus namun yang hadir ke Masjid sangat minim, ini kenapa dan harus kita selesaikan agar orang Islam mau Sholat berjamaah di Masjid, makanya kita undang para Takmir Masjid karena para Takmir Masjid sebagai pelayan umat " ungkapnya.


Sebagai anak muda di era milenia ini harus mau berkorban untuk agama, dan kita ajak warga kita untuk beribadah di Masjid, kami yakin para Takmir Masjid sudah paham dan mengerti bagaimana cara mengajak dan memakmurkan Masjid kita.  Masjid sebagai tempat fungsi pendidikan dan kami minta kepada Takmir Masjid jangan anti Masjidnya dipakai sebagai kegiatan umat, zaman Nabi Muhammad SAW Masjid itu dari waktu Subuh hingga Isa tidak ada sepinya.


" Masjid sebagai fungsi sosial, kami mengajak para Takmir Masjid agar bisa mencari solusi bagaimana caranya bisa membantu masyarakat miskin dan kita bisa mengentaskan kemiskinan, ini harus bisa di jalankan oleh para Takmir Masjid " imbuhnya.


Masjid sebagai fungsi Ekonomi, kita cari orang-orang dermawan dan bagaimana Takmir Masjid bisa memanfaatkan lahan yang ada khususnya lahan yang peruntukkan untuk kemakmuran Masjid.  Banyak sekarang Masjid-Masjid yang sudah menyediakan nasi setiap Jumat, ini kegiatan yang baik dan harus kita teruskan agar masyarakat kita lebih sadar untuk Infaq.(RED)


Mantapkan Kedisiplinan, Babinsa Nogosari Agarkan PBB

BOYOLALI.  Dalam rangka menanamkan dan memelihara sikap kedisiplinan para anggota Pemuda Pancasila wilayah Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Babinsa Koramil 10/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Sertu Mulyadi dan Sertu Parmanto memberikan materi wawasan kebangsaan dan dilanjutkan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Kegiatan ini berlangsung di Dusun 2, Desa Glonggong, Kec. Nogosari, Kabupaten Boyolali, Senin (24/02).

Generasi muda bangsa Indonesia dalam pemahamannya sekarang ini dirasakan sangat kurang dalam memahami Pancasila sebagai falsafah Negara Indonesia, diharapkan melalui penjelasan tentang wawasan kebangsaan dan pelatiahan PBB para peserta latihan menjadi manusia Indonesia yang bermartabat dan berjiwa Pancasila serta tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing yang ingin menggrogoti falsafah dan dasar negara kepada rakyat Indonesia khususnya para generasi muda.

Sertu Mulyadi mengatakan, banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran PBB, karena pengertian PBB itu suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi. Sedangkan, maksudnya adalah suatu latihan awal membela negara, menanamkan disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan.

"Ditekankan kepada pesera latihan agar dapat mengimplementasikan apa yang telah di dapat selama latihan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga diharapkan Pemuda Pancasila dapat menjadi contoh dalam sikap, penanaman disiplin dan semangat bela negara di tengah-tengah masyarakat." Ungkap Sertu Mulyadi.

Sertu Mulyadi mengajarkan tata cara baris berbaris yang benar, mulai hadap kanan, hadap kiri, penghormatan dan jalan di tempat, para peserta sangat antusias, mereka pun terlihat senang dan bersemangat mengikuti arahan dari Babinsa.

Ketua PAC (Pimpinan Anak Cabang) Pemuda Pancasila wilayah Nogosari Sulistyo alias Pekel (39), mengucapkan banyak terima kasih kepada para Babinsa Koramil 10/Nogosari, kehadiran TNI memang masih kita harapkan karena kita melihat bahwa di TNI lah yang masih mempunyai disiplin tinggi dan mempunyai dasar baris berbaris yang sempurna, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa di teruskan ke penerus pemuda pancasila yang baru nanti. (Penerangan Kodim 0724/Boyolali).

Mbah Wargina : Terima Kasih TNI Telah Peduli Keapda Masyarakat Kurang Mampu



Wonogiri - anggota TNI dari Koramil 11/Manyaran Kodim 0728/Wonogiri melalui Peltu Mahmud di damping Babinsa Desa Pijiharjo melaksanakan kegiatan bakti sosial TNI peduli sesama masyarakat, Senin (24/2).

"Alhamdulilah, di pagi hari ini kami dapat memberikan bantuan sembako kepada Mbah Warginah warga dusun Nglankir Desa Pijiharjo Kecamatan Manyaran yang menjadi perhatian dari Koramil 11/Manyaran, Kegiatan ini dalam rangka membangun kepedulian terhadap sesama," kata Peltu Mahmud.

Dia menerangkan, anggaran pengadaan sembako berasal dari sumbangan sukarela dari anggota Koramil.

Ditempat terpisah, Danramil 11/Manyaran, Kapten Inf Agus Priyanto mengatakan kegiatan ini wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat. Sebenarnya kegiatan berawal dari diskusi bersama anggota. Selanjutnya tercetuslah ide untuk membantu dan peduli sesama dan kepada yang kurang mampu.


Dikatakan Danramil, pendanaan untuk pembelian sembako berasal dari iuran anggota. Selain itu, Koramil juga menyediakan kotak infak untuk anggota yang setiap hari isinya dibuka bersama dan hasilnya dibelanjakan sembako.

"Diharapkan kegiatan ini bisa melatih anggota untuk tidak mementingkan dirinya sendiri, melainkan juga bisa menyisihkan hartanya untuk membantu kepada mereka yang membutuhkan," ungkap Danramil.

Mbah Warginah menuturkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada TNI khususnya Koramil Manyaran,yang telah memberikan perhatiannya kepada warga kurang mampu seperti saya,setidaknya dengan bantuan ini bisa meringankan beban saya. (**)

Kerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa

KlatenKerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa

 

Kerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa
Kerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa


Bintara Pembina Desa ( Babinsa ) Koramil 23/Ceper Serda Suparman bersama masyarakat melaksanakan Karya Bhakti potong rumput di kanan kiri Jalan Desa Kuncen kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Minggu ( 23-02-2020 )

 

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap desa binaannya. Dimana Karya Bhakti ini rutin dilaksanakan di desa binaan Koramil 23/Ceper disamping sebagai upaya babinsa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman sekaligus pencegahan penyebaran penyakit.

 

Danramil Koramil 23/Ceper Kapten Czi Rusmani menyampaikan harapannya kegiatan karya bakti ini dapat meningkatkan tali persaudaraan antara TNI dengan masyarakat khususnya di wilayah Desa Kuncen Kecamatan Ceper serta diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk selalu hidup bersih.

Kerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa

Kerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa
Kerja Bakti Ciptakan Keindahan Desa

 

Dari hasil karya bakthi hari ini suasana kampung terlihat lapang dan bersih dari rumput-rumput liar sehingga dapat membuat nyaman bagi masyarakat Desa Kuncen ini,. Semoga masyarakat lebih sadar akan kebersihan disekitar mereka agar tingkat kesehatan di kampung ini lebih baik dari kampung-kampung lainnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Masyatakat Desa Kuncen mengucapkan rasa terima kasih kepada Babinsa Koramil 23/Ceper dengan adanya kegiatan karya bakti ini suasana dan kondisi kampung terlihat lebih bersih dan asri.

 

Secara pribadi dan mewakili masyarakat kampung, saya mengharapkan agar kemanunggalan antara TNI dengan rakyat akan semakin mantap, sekaligus membudayakan kerja gotong royong yang harus selalu tumbuh dalam setiap kehidupan bermasyarakat, Ujar sukardi.Dilan/Ym


Awali Minggu Militer, Kodim 0728/Wonogiri Gelar Upacara Bendera



Wonogiri – Mengawali kegiatan minggu militer, anggota Kodim 0728/Wonogiri dan Kanminvetcad IV/34 serta PNS melaksanakan upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan upacara Makodim, Senin(24/2).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Mayor Inf Mulyono (Kakanminvetcad IV/34 Wonogiri), Sedangkan Komandan Upacara dijabat oleh Kapten Inf G. Simanjuntak (Danramil 12/Eromoko) dan Perwira Upacara Letda Ctp Maay Indra (Pasipers), petugas pengibar bendera serta pengucap Sapta Marga anggota Koramil 12/Eromoko.

Mayor Inf Mulyono menyampaikan amanat dari Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, SE., agar dalam pelaksanaan upacara bendera yang dilaksanakan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial saja, namun lebih sebagai wujud kita selalu menghormati serta mengenang jasa para pahalawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan.


"Perlu kita fahami betapa pentingnya kita menghormati bendera Merah Putih yang mana para pejuang terdahulu kita telah bersusah payah merebut kemerdekaan dari penjajah,". Imbuhnya.

Diakhir amanatnya, Kapten Inf Mulyono berpesan memasuki musim penghujan agar para prajurit dan PNS bisa lebih meningkatkan kewaspadaan dilingkungan masing-masing akan potensi yang bisa ditimbulkan seperti bencana alam (banjir, pohon tumbang, longsor) maupun berbagai macam penyakit, (**).

Dandim Wonogiri : Untuk Membangun Bangsa Ini Dimulai Dari Diri Kita Sendiri



Wonogiri  - bertempat di ruang khayangan Sekda Kabupaten Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan Dialog Kebagsaan dan Pelatihan Administrasi dengan Tema Memperkokoh Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Menjaga NKRI Untuk Mewujudkan Sesarengan Bangun Wonogiri, Sabtu (22/2).

Hadir dalam kegiatan Dandim 0728/ Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi. Ketua Cabang IPNU Wonogiri Agus Trianto. Ketua Cabang IPPNU Wonogiri Ayu Sri Handini. Anggota IPNU/IPPNU.

Acara di awali Sambutan Ketua Cabang IPNU Wonogiri Agus Trianto. Kami ucapkan selamat datang  dalam dialog kebangsaan perlunya di selenggarakan karena IPPNU,IPPNU tidak dapat lepas dari kesatuan bangsa indonesia.

Perlunya kita melakukan pelatihan atmitrasi karena untuk mengembangkan organisasi IPPNU,IPPNU perlu diadakan pelatihan meliputi, Standarisasi organisasi, Pembenahan organisasi, Pengembangan organisasi. Dengan diadakan pelatihan tersebut diharapakan dapat menjadikan organisasi IPPNU,IPPNU lebih maju dari sebelumnya.

Kita juga akan menyongsong Hari ulang tahun ke 66 IPPNU pada hari senin nanti saya mohon doanya agar IPPNU,IPPNU dapat berkembang di Kabupaten Wonogiri dan dapat memiliki peran di masyarakat.

Dandim 0728/Wng Dandim 0728/ Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi dalam memberikan materi menyampaikan, Saya rasa adek-adek yang berada dihadapan saya ini telah memiliki rasa cinta kepada bangsa indonesia  pokok bahasan kita kali ini kita harus tau dulu makna kebangsaan baru kita mengimplemtasikan di lapangan.

Bagaimana kita mengenal bangsa kita yaitu dimulai dari diri kita sendiri mulai dari kita lahir maka perlu kita ketahui bersama sebagai pemuda harus berbuat apa untuk membangun bangsa indonesia.

Setelah kita mengerti fungsi kita sebagai generasi muda dalam berpartisipasi membangun bangsa kita wajib mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Sebagai generasi muda kita seharusnya bersifat nasionalis karena kita semua sebagai abdi negara maka wajib bagi kita semua untuk membela bangsa dan negara.

Jangan kita jadikan perbedaan menjadi suatu perpecahan akan tetapi jadikanlah perbedaan sebagai keberagaman dalam membangun bangsa indonesia.

Sebagai generasi muda dalam menerima informasi apapun melalui media apapun jangan sampai langsung di share akan terapi di cerna dulu akan kebenaranya.

Cinta tanah air adalah suatu kasih sayang dan usaha rasa cinta terhadap tempat kelahirannya perasaan yang timbul dari dalam hati Sanubari Seorang warga negara untuk mengabdi memelihara membela dan melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan wujud cinta tanah air untuk saat ini di antaranya : Kegiatan Positif, Kegiatan Penghijauan dan Kegiatan kebersihan

Jiwa dan pemikiran yang harus di tanamkan sejak dini sebagai generasi penerus bangsa adalah : jiwa nasionalisme, berpikir terbuka dan toleran, sepatu terhadap Bekasi dan hasutan, berjejaring dalam komunikasi positif dan perdamaian serta menjalankan aktivitas keagamaan dengan toleransi. (**)