Koramil 20/Cawas Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol Di Desa Japanan Cawas Klaten
KLATEN – Komandan Koramil 20/Cawas Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Sukimanto bersama personel Babinsa, Polsek Cawas, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), relawan serta masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong perbaikan tanggul jebol Sungai Dengkeng di Dukuh Padon Desa Japanan Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Sabtu (7/3/2026).
Perbaikan dilakukan setelah tanggul sungai tersebut mengalami kerusakan akibat luapan Sungai Dengkeng yang dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Jebolnya tanggul merendam lahan pertanian milik warga di sekitar lokasi.
Komandan Koramil 20/Cawas Kapten Inf Sukimanto mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian TNI bersama unsur terkait dan masyarakat dalam membantu mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.
"Perbaikan tanggul ini kami lakukan secara bersama-sama sebagai wujud sinergi antara TNI, Polri, instansi terkait, relawan dan masyarakat. Harapannya tanggul dapat segera berfungsi kembali sehingga dapat melindungi area pertanian warga dari potensi luapan air sungai," tegas Kapten Inf Sukimanto di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus mempercepat proses perbaikan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Japanan Eko Puji Sarwono yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu perbaikan tanggul.
"Kami mewakili masyarakat Desa Japanan mengucapkan terima kasih kepada Koramil 20/Cawas, Polsek Cawas, BBWS, relawan dan seluruh warga yang telah bersinergi memperbaiki tanggul ini. Dengan adanya perbaikan ini, kami berharap lahan pertanian warga dapat kembali dimanfaatkan dan ditanami," ujar Eko Puji Sarwono.
Melalui kegiatan gotong royong tersebut, tanggul yang sebelumnya jebol kini mulai diperbaiki secara bertahap agar kembali berfungsi sebagai pengaman aliran Sungai Dengkeng serta melindungi area persawahan di sekitar Dukuh Padon.
Sinergitas antara aparat, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan terus terjaga dalam menghadapi berbagai permasalahan di wilayah, khususnya dalam penanganan dampak bencana alam serta pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. (Red)