Gotong Royong TNI Dan Masyarakat, Sungai Dukuh Jagalan Klaten Dibersihkan Dari Rumpun Bambu Roboh
KLATEN – Koramil 19/Trucuk jajaran Kodim 0723/Klaten bersama warga, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), BPBD Kabupaten Klaten dan Relawan Jogoboyo melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembersihan sungai di Dukuh Jagalan, Desa Pundungsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten, (02/03/2026). Kegiatan difokuskan pada pembersihan rumpun bambu yang roboh dan menghambat aliran sungai guna mencegah potensi banjir saat musim hujan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danramil 19/Trucuk yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Serma Bambang Priyono. Turut hadir Kepala Desa Pundungsari yang diwakili oleh Sekretaris Desa Ngadino beserta perangkat desa.
Serma Bambang Priyono menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
"Pembersihan rumpun bambu yang roboh di tengah aliran sungai ini sangat penting untuk memperlancar arus air, terutama di musim hujan. Kami tidak ingin terjadi penyumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir dan merugikan warga," ungkap Serma Bambang Priyono.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial guna mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
"Melalui kegiatan karya bakti seperti ini, kami terus membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan dan ketahanan wilayah," imbuh Serma Bambang.
Sekretaris Desa Pundungsari, Ngadino menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan Koramil 19/Trucuk bersama instansi terkait dan relawan. Kegiatan ini sangat membantu warga dalam mengantisipasi banjir serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai," ujar Ngadino.
Kegiatan karya bakti dilaksanakan secara gotong royong dengan membersihkan material bambu dan sampah yang menghambat aliran air. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, BBWS, BPBD, relawan dan masyarakat diharapkan terus terjalin secara berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan aliran sungai di Dukuh Jagalan kembali lancar sehingga risiko banjir dapat diminimalisir, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi ketahanan wilayah di Kabupaten Klaten. (Red)