Swipe up untuk membaca artikel

Kodim Sragen - Kampanye Germas Di Gemolong Terus Digalakkan

Kodim Sragen - Kampanye Germas Di Gemolong Terus Digalakkan
Add caption


Kamis, 12 Maret 2020 pukul 08.00 Wib s.d selesai  Sertu Surip Babinsa Desa Kaloran dan Bhabinkamtibmas Desa Kaloran Aipda I Putu Boby F, S.H  menghadiri kegiatan Kampanye dan Sosialisasi GERMAS di gedung Serba Guna Dk. Ngrendeng Rt. 19 Desa Kaloran Kec. Gemolong.


Hadir dalam kegiatan Kepala Desa Kaloran Bapak Sukamto dan unsur Perangkat Desa Kaloran, TP PKK Desa Kaloran, Tokoh masyarakat Desa Kaloran, Kader Kesehatan Desa Kaloran, Warga masyarakat Desa Kaloran, Bhabinkamtibmas Desa Kaloran Aipda I Putu Boby F, S.H serta  Bhabinsa Desa Kaloran 


Germas merupakan instruksi presiden yang memiliki payung hukum yaitu Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan telah dibuat pedoman pelaksanaannya dalam Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.


Sosialisasi Germas itu sendiri meliputi sosialisasi terkait membudayakan beberapa cara antara lain melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, memeriksa kesehatan secara rutin, tidak mengonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan, tidak merokok dan menggunakan jamban dalam masyarakat.


Dalam pelaksanaannnya Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. Selain keluarga, Sosialisasi Germas pada awalnya pun dilakukan dengan beberapa kegiatan seperti kerja bakti, senam bersama, dialog dengan masyarakat, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan, bazar sayur dan buah, kunjungan ke sekolah dan juga benah rumah sehat, bertemakan Germas, seperti deteksi dini penyakit tidak menular, bersih-bersih di tempat umum dan senam bersama.


Sosialisasi Germas melalui media mampu meningkatkan kepedulian masyarakat untuk membudayakan hidup sehat namun dalam pelaksanaannya tentu sosialisasi Germas mengalami hambatan, antara lain keterbatasan dana, sumber daya dan juga kurangnya kesadaran dari masyarakat yang mana hambatan ini menyebabkan Germas belum dapat berjalan optimal di Indonesia.(RED)


berita tni