Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran | Baretta News

Mobile Menu

ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran

Desember 19, 2019

Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran

KodimKaranganyar - Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran
KodimKaranganyar Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran

Pada hari Selasa, tanggal 17 Desember 2019 bertempat di SMK N Jenawi, jl. Balong-Sragen KM 3,5 Jenawi, Kab. Karanganyar dilaksanakan kegaiatan mitigasi dan penangkalan paham radikalisme serta intolerans.

 

Hadir dalam kegaiatan tersebut Kepala Staf Kodim Mayor Inf Suwarko mewakili Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos., Danramil 10/Jenawi Kapten Inf Bambang, Kapten Inf Supardi Danramil 02/Tasikmadu, Kepala sekolah SMK N Jenawi Sri Eka Lelana S.Pd. Guru pembimbing SMK N Jenawi dan Siswa Siswi SMK Negeri Jenawi.

 

Dalam hal ini Kasdim menjelaskan bahwa, Radikalisme merupakan tindakan yang menunjukkan suatu perubahan yang dilakukan dengan menggunakan kekerasan dan juga pemaksaan. Paham radikal yang kian marak saat ini membuat kita harus semakin waspada. Pasalnya, radikalisme tersebut ditujukan kepada perilaku para teroris yang berencana untuk menghancurkan ketoleransian masyarakat Indonesia.

 

KodimKaranganyar - Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran
KodimKaranganyar Mitigasi dan Penangkalan Radikalisme Serta Intoleran

Pelaku teror tidak hanya bekerja di lapangan, tapi juga menyerang melalui media sosial. Sadar atau tidak, segala postingan tersebut merupakan bagian dari propaganda radikalisme yang disebarkan oleh kelompok radikal. Dan bagi orang yang tidak membekali dirinya dengan literasi media, yang tidak membekali dengan informasi yang benar dan pemahaman agama yang benar, tentu mereka akan mudah terprovokasi,"terangnya.

 

Tak hanya sampai disitu, para teroris bahkan dengan sengaja membujuk rayu para remaja atau masyarakat yang masih dalam pemikiran awam, agar ikut dalam keorganisasian mereka. Hal ini seharusnya menjadi ketakutan para orang tua, jika sewaktu-waktu anaknya terjerumus dalam pemikiran yang radikal. Oleh sebab itu, pentingnya kita untuk saling belajar memahami akan bahaya radikalisme, supaya kita mampu menghindari hal-hal yang tidak di duga. Seperti menjadi pelaku teroris, atau bom bunuh diri dan lain-lain,"pungkas Kasdim.(SW27)

Please write your comments
Open Comments
Close comment